Artikel

Gangguan Kejiwaan





"Gangguan jiwa berat artinya penderita mengalami gangguan dalam fungsi sosial dengan orang lain, serta dalam hal fungsi kerja sehingga tidak produktif," kata Dr Tun Kurniasih Bastaman, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia.


Gangguan jiwa berat, menurut Dr Tun, biasanya juga diikuti gejala dengan efek kuat misalnya delusi, halusinasi, paranoid, ketakutan berat, yang biasanya disebut gejala psikosis.

Gangguan Jiwa masih selalu dihubungkan dengan kegilaan. Masih banyak orang yang berpikir bahwa jika orang didiagnosis suatu gangguan jiwa maka itu artinya dia gila.


Lebih jauh lagi mungkin banyak orang yang tidak memahami bahwa ada beberapa jenis gangguan jiwa yang penderitanya mempunyai kesadaran akan sakitnya sangat rendah atau bahkan tidak sama sekali.

Fase dan Tingkatan Gangguan Jiwa
Gejala mulai terjadi umumnya pada gangguan psikologi remaja atau dewasa awal hingga umur pertengahan dengan melalui beberapa fase atau tingkatan yakni:
1. Fase Prodomal
Berlangsung antara 6 bulan hingga 1 tahun dimana gangguan bisa berupa self care, gangguan akademik, gangguan dalam pekerjaan, gangguan fungsi sosial dan juga gangguan pikiran serta persepsi.
2. Fase Aktif
Berlangsung sekitar 1 bulan dimana gangguan bisa berupa gejala psikotik seperti delusi, halusinasi, disorganisasi proses berpikir, gangguan perilaku, gangguan bicara dan disertai juga dengan neurokimiawi.
3. Fase Residual
Umumnya seseorang akan mengalami dua gejala yakni gangguan afek dan juga gangguan peran dimana serangan bisa berulang.

Tahap Halusinasi dan Delusi Gangguan Jiwa

1. Tahap Comforting
Terjadi kecemasan ringan yang disertai dengan gejala seperti perasaan berdosa, kesepian dan umumnya akan dikompensasikan stressornya dengan cara coping imajinasi sehingga bisa merasa senang dan terhindar dari ancaman.
2. Tahap Condeming
Timbulnya kecemasan moderate dimana rasa cemas umumnya akan semakin meningkat dan membuat seseorang seperti mendengar sesuatu kemudian merasa takut jika orang lain akan ikut mendengar atau merasakan sehingga akhirnya timbul perilaku menarik diri atau with drawl.
3. Tahap Controling
Timbulnya rasa cemas berat dimana seseorang akan berperang dengan suara yang timbul namun suara tersebut terus saja mengikuti sehingga seseorang akan sulit berhubungan dengan orang lain. Jika suara tersebut menghilang, maka seseorang akan merasa kesepian dan juga sedih.
4. Tahap Conquering
Seseorang akan merasa panik sebab suara atau ide yang datang mengancam jika tidak diikuti yang akhirnya membuat seseorang memiliki sifat merusak atau bisa menimbulkan macam macam skizofrenia perilaku suicide atau bunuh diri.


Gangguan jiwa bisa melanda siapa saja. Banyak faktor yang menjadi pemicu gangguan jiwa tersebut. Disamping disebabkan tingkat kesiapan mental sebuah pribadi, dipengaruhi juga oleh tekanan-tekanan atau banyaknya beban yang harus disangga otak terbatas manusia. Disamping itu, meski belum ada penelitian yang membuktikannya, ada yang percaya bahwa gangguan jiwa itu bisa menurun.
Secara sederhana kita harus mengetahui fase-fase dalam dinamika kejiwaan kita. Masalah-masalah yang datang, harus kita hadapi, bila tidak maka itu akan menimbulkan tekanan bagi kejiwaan kita.

Jika kondisi  mumet tidak ditangani dengan bijak, maka setelah sekian waktu lalu menumpuk, dan beresiko meningkat pada situasi yang lebih parah.

So, buat kita semua nih, jangan sampai kita memendam masalah sendirian. Kalian bisa sharing sama temen temen disekitar kalian untuk membantu memecahkan masalah tersebut, karena pasti meraka juga tak ingin melihat kalian memikul masalah sendirian. Atau kalau kalian canggung dengan bercerita pada teman, ya sudah kalian masih punya tuhan buat bercerita keluh kesah kalian dan pastinya kalian ga perlu canggung dong buat ngobrol sama tuhan kalian. At least, whatever happens, tell your problem. Don't let yourself be alone or you will get a mental disorder.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer